• Breaking News

    Misteri Dari Kisah Mistis yang Dialami Para Penjaga Bendungan Pintu Air 10 Tangerang

    Galih Gumelar - Misteri Dari Kisah Mistis yang Dialami Para Penjaga Bendungan Pintu Air 10 Tangerang. Bendungan yang telah berdiri sejak 1927 di era penjajahan Belanda masih mempertahankan gaya bangunan dan kontruksi klasik ala Belanda kuno. 

    Lokasi Bendungan ini berada di Kota Tangerang Banten, dan biasa kita jumpai jika kita menuju ke arah Cadas, Mauk, Paku Haji, Pasar Kemis, Sepatan dari Kota Tangerang melalui arah Rumah  Sakit Sitanala atau Gedung Cisadane Pemda Kota Tangerang

    Seperti di lansir dari Warta Kota, Misteri Galih Gumelar mendapatkan adanya misteri dan mitos dari Bendungan ini.

    Kenapa dinamakan Pintu Air 10, karena menurut mitos berdirinya bendungan tersebut yang memiliki 10 pintu dengan masing-masing ukuran tinggi dan lebar pintu sebesar 10x10 meter.

    "Ini semua pintu 10, lebar pintu 10 meter, tinggi pintu 10 meter. Makanya di sebut pintu air 10," ucap Abdul Maiin salah satu petugas penjaga Bendungan Pintu Air 10.

    Namun di balik sejarah panjangnya, bendungan itu kerap diselimuti cerita mistis baik para penjaga yang bertugas ataupun masyarakat sekitarnya.

    Abdul bersama rekannya mengaku, kerap mengalami kejadian mistis saat dirinya mendapat tugas menjaga bendungan di malam hari.

    "Kalau mistis sih orang bilang banyak. Banyak yang ngomong macam-macam mitosnya ya. Tapi kalau saya rasakan sendiri memang ada," katanya.

    Abdul mengisahkan, bila dirinya berjaga di malam hari selalu ada saja kejadian mistis yang ia rasakan di ruang kerjanya.

    Misal seperti kerjadian air kiriman dari hulu Tangerang tanpa adanya informasi yang diterima para petugas dari Bendungan Batu Belah, Bogor, Jawa Barat.

    Saat itu, Abdul bersama rekannya sedang asyik berjaga hingga terlelap di larut malam hari.

    Abdul terkejut saat dirinya kembali terbangun dari tidur pulasnya dengan penampakan sosok manusia kurcaci. Sontak, Abdul membangunkan temannya tersebut. Namun, teman Abdul hanya tertidur pulas tanpa bisa dibangunkan dirinya. Merasa terbingung, Abdul yang telah bekerja sembilan tahun mencoba menyadarkan diri. Alhasil, saat ia menoleh ke arah kali ternyata air mendapat kiriman dari hulu hingga berstatus banjir. 

    Padalah Abdul mengecek tidak ada panggilan dan laporan dari hulu Tangerang akan adanya air kiriman tersebut. "Enggak ada laporan dari hulu kalau ada air datang. Tahu-tahu dibangunin sama manusia kurcaci. "Saya diam, pas saya tengok pintu air ternyata air banjir," kenang ia sambil memegang pundaknya yang merasa merinding. "Bener tuh mas, saya kerap mengalami hal yang sama," saut salah satu teman Abdul yang bertugas dari dalam gedung.

    Pengalaman tersebut, kerap dialami oleh para petugas. Namun, para petugas seakan berterima kasih dengan hal mistis tersebut karena dianggapnya sebagai peringatan.  "Para petugas jaga malam tertidur dan dibangunin lewat cara aneh seperti itu. Saya jadi terimakasih juga secara tidak langsung kami dibantu," jelasnya.


    Adapun, kisah aneh yang dialami oleh para petugas berupa suara menangis dari salah satu pintu bendungan.

    Bila suara tersebut didengar oleh para petugas, hal tersebut diyakini sebagai pertanda akan adanya temuan mayat yang tersangkut di pintu bendungan.

    "Kalau khusus petugas dengar pintu nangis sudah semuanya merasakan dan mendenger. Biasanya sehabis itu ada mayat di pintu yang terdengar nangis itu," jelas Abdul.

    Di sisi lain meski terkesan mistis, bendungan pengontrol air kawasan Tangerang yang masih mempertahankan desain kunonya itu dapat berdampak positif.

    Pasalnya, selain menjadi ikon kota, kawasan bendungan kerap menjadi tempat wisata bagi warga sekitar hingga mancanegara untuk mengadakan sebuah festival maupun pergelaran budaya.

    "Disini ada pecun. Pecun itu lomba dayung perahu naga. Kalau kemarin setelah pecun, tiap lima tahun sekali itu ada perlombaan perahu hias dari 12 negara," jelasnya.

    Namun, demi alasan keamanan pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mengganti lokasi tersebut yang masih dengan daerah aliran sungai (DAS) Bendungan Pintu Air 10. 

    Dari hasil cerita di atas, bahwasanya kita hidup memang berdampingan dengan dunia lain yang ada aturan dan sumbernya, segala kebenarannya hanyalah milik Allah SWT.

    Sumber : Warta Kota

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Misteri

    Mitos

    Artikel